Ghassan Kanafani adalah seorang novelis legendaris Palestina. Kumpulan cerita terjemahan ini memuat cerita-cerita terpenting yang pernah ditulisnya, jauh sebelum Palestina yang hari ini semakin berdarah-darah. Setidaknya ada 6 kisah yang terkumpul rapi, yang memuat penderitaan sebagai anak kecil, sebagai saudara, sebagai teman, bahkan sebagai orang tua. Semua itu melukiskan penderitaan batin yang dialami setiap warga Palestina akibat penjajahan atas tanah air mereka.
Novelis yang lahir pada 9 April 1936 di Yafa (Israel) ini merupakan anak seorang pengacara. Ia mengungsi sejak umur 12 tahun ke luar Palestina, dan hidup berpindah-pindah dari Suriah, Kuwait, hingga akhirnya menetap di Lebanon. Di sana ia berkarir sebagai seorang jurnalis, sembari tetap menulis novel. Ia pernah bekerja di Majalah ar-Ra’y, Kuwait, dan beberapa majalah lain seperti al-Hurriyya, al Anwar, al-Hawaadits dan al-Muharrir, hingga ia memimpin sendiri dan mengelola sebuah majalah yang bernama al-Hadaf di Lebanon.
Ia meninggal secara tragis di depan rumahnya pada Sabtu 8 Juli 1972. Hingga saat ini, tragisnya peristiwa yang dialami Ghassan saat wafat masih menjadi momentum untuk memperingati hari kelahirannya setiap tanggal 9 April. Maka pada peringatan itu, karya-karyanya pun dibacakan, dihayati, direinterpretasi, dan dimaknai ulang. Entah kenapa, para sastrawan, atau siapapun, dengan kematian tragisnya, terkadang membuatnya lebih dikenang, dibanding para sastrawan yang wafat dalam kedamaian. Sejatinya, padahal, bukan itu yang membuat Kanafani menjadi sangat dikenang. Tapi karya-karyanya yang begitu berkesan, bahkan setelah lebih empat puluh tahun sejak ia wafat.


Reviews
There are no reviews yet.